Pusat Pelatihan Seni Budaya Jakarta Timur
kembali bergiat membina, mengembangkan, melestarikan, dan memanfaatkan seni
teater tradisi. Kali ini melalui Kegiatan Pelatihan Seni Teater Tradisi Tahun
2017, khusus materi Topeng Blantek bersama pengajar yang berkompeten
dibidangnya masing-masing, diantaranya Nasir Mupid (Pelaku seni tradisi), Denny
HLW (Dosen IKJ), Abdul Aziz (Pemerhati seni tradisi), Pauzi (Seniman), Zubir
Mustaqim (Seniman), Kukuh Santosa (Ikatamur), Jakaria (Penulis), Jajang Suryana
(Pendongeng).
Demikian pernyataan Bapak Samiaji Kasatpel
PPSB Jakarta Timur disela Pertunjukan Hasil Pelatihan Seni Teater Tradisi
Topeng Blantek Tahun 2017 (29/07), di Lapangan Taman Karang Taruna RW 05 Perumnas
Klender Jakarta Timur.
Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 18-29
Juli 2017, dengan mengusung konsep apresiasi, diskusi, atraksi. Bertujuan mengibarkan kembali eksistensi Topeng Blantek
di Jakarta Timur dan juga sebagai penumbuhan pendidikan dan kebudayaan kepada
generasi muda.
“Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan
kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda untuk lebih mencintai seni
budaya bangsa. Tanpa dukungan masyarakat, kegiatan ini tak berarti apa-apa,”
jelasnya.
Topeng Blantek merupakan seni teater tradisi
tertua dan dinilai sebagai seni teater paling murni yang ada di tanah Betawi.
Sepak terjangnya begitu populer paling tidak sampai tahun 1994, saat
diselenggarakannya Festival Topeng Blantek di DKI Jakarta yang diikuti oleh 32 grup
Topeng Blantek. Tapi grup Topeng Blantek yang tersisa hingga hari ini tidak
lebih dari 5 grup. Eksistensinya tergerus modernisasi jaman.
“Dengan demikian seyogyanya semua lapisan
masyarakat Jakarta, dapat memberi tempat dan kesempatan untuk eksistensi seni
tradisi agar terus hidup. Semua harus duduk bersama dan melibatkan seni
tradisi, khususnya Topeng Blantek dalam menanamkan nilai-nilai budaya bangsa
kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” imbuhnya.
(ziz/lensmedia)

Komentar
Posting Komentar